Kecerdasan Anak Usia 3 – 4 tahun

PAUD
Ibu guru bersama anak usia 3 sampai 4 tahun



Apa itu kecerdasan ?
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Kecerdasan adalah kemampuan pribadi untuk memahami, melakukan inovasi dan memberikan solusi di berbagai situasi.
Secara umum terdapat 4 kecerdasan :
1.      Kecerdasan Intelektual (IQ) : Anak cerdas di ilmu pengetahuan
2.      Kecerdasan Emosional (EQ) : Anak cerdas di emosional dan berkarakter
3.      Kecerdasan Spiritual (SQ) : Anak cerdas di dalam hubungannya dengan sang Pencipta
4.      Kecerdasan Adversity (AQ) : Anak cerdas dan tangguh di berbagai situasi.

Bagaimana agar anak kita bisa cerdas di ke empat kecerdasan tersebut ?
Pada dasarnya setiap anak itu cerdas, tinggal bagaimana kita bisa menstimulasi setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya. Karena, anak yang cerdas adalah anak yang sehat, dimana pertumbuhan dan perkembangannya optimal sesuai dengan tahapan usianya. Dan pada penyuluhan kali ini kita akan membahas kecerdasan anak di usia 3 sampai 4 tahun.  
Usia 3 menuju 4 tahun adalah masa dimana anak mengalami fase serba ingin tahu. Energi anak-anak ini tidak bisa dibendung. Stimulasi dapat diberikan melalui beragam aktifitas agar tumbuh kembang mereka dapat optimal. Untuk dapat memberikan stimulus itu, kita harus memahami tahapan apa saja yang terjadi pada anak usia 3 menuju 4 tahun.

I.                   PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah perubahan besarnya anak yang dapat diukur. Yaitu tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Dan itu sudah kita lakukan setiap bulan di Posyandu, mengisi di Kartu Menuju Sehat (KMS).
Apabila terjadi masalah pada pertumbuhan anak, anak harus segera dirujuk ke bidan, puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya.

II.                PERKEMBANGAN
Perkembangan adalah proses perubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan selanjutnya. . Aspek perkembangan anak terdiri dari aspek moral dan agama, bahasa, kognitif, fisik motorik, dan social emosional. Stimulasi adalah perangsangan dan latihan-latihan terhadap kecerdasan anak yang datangnya dari lingkungan luar. Stimulasi dapat dilakukan oleh ibu, ayah, angota keluarga atau orang dewasa di sekitar anak.
Usia 3 sampai 4 tahun tahap perkembangan dan stimulasi yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut :  
1.      Moral dan Agama
  • Anak dapat mengetahui perilaku benar dan salah, meskipun belum selalu dilakukan
  • Anak dapat meniru doa pendek dan cara beribadah berdasarkan agamanya
  • Mengerti arti kasih sayang dan ciptaan Tuhan
Stimulasi yang bisa kita lakukan adalah membiasakan beribadah sesuai agama masing-masing,  berdoa di awal dan akhir kegiatan harian, misalnya makan, minum, tidur, bepergian dan lainnya. Bisa juga dengan bercerita yang mengajarkan perilaku yang baik.

2.       Bahasa
Jika sebelumnya anak cenderung pendiam, kemungkinan anak akan mengalami perubahan saat usia 3 sampai dengan 4 tahun, karena mereka mulai memiliki kemampuan untuk :
  • Bisa  menyebutkan nama dan usianya
  • Berbicara 250 sd 500 kata
  • Mampu menjawab pertanyaan sederhana
  • Berbicara dalam satu kalimat 5 atau 6 kata, atau berbicara dengan kalimat lengkap pada usia 4 tahun
  • Berbicara lebih jelas
  • Mampu bercerita dengan cerita sederhana.
Stimulasi yang bisa dilakukan, sering berkomunikasi dengan anak dengan bahasa Indonesia yang baik tentang apa saja, misalnya tentang apa yang dilakukan hari ini, permainan apa yang dia sukai, dan lain-lain.

3.      Kognitif
Anak  akan sering bertanya tentang segala hal yang menarik baginya, hal ini di dorong karena perkembangan kognitifnya 
  • Mampu menyebutkan warna dengan benar 
  • Memahami konsep sama dan berbeda
  • Mampu berpura-pura dan memainkan peran
  • Mengikuti tiga bagian perintah
  • Mengingat bagian dari sebuah cerita 
  • Mampu menjawab kemungkinan akan sesuatu
  • Memahami waktu dengan lebih baik seperti pagi, sore, atau malam hari
  • Memahami konsep hitungan dan bilangan 1 sd 10
  • Memisahkan benda dengan bentuk dan warna yang berbeda
  • Menyelasaikan suatu masalah sederhana (bisa menggunakan puzzle)
  • Membedakan objek yang berbeda jenisnya 
Stimulasi yang bisa diberikan adalah menjadi orang tua yang kreatif, bisa menciptakan kegiatan  yang bisa menjawab semua pertanyaan anak. Misalnya, menghitung berapa baju yang dicuci hari ini, berapa ikan yang dimasak, apa warna daun, dan lain-lain. Anak pada usia ini sudah bisa dikenalkan dengan buku-buku yang bisa menjawab rasa ingin tahunya.

4.       Fisik dan Motorik
Motorik Kasar
Anak-anak usia 3 sampai 4 tahun  cenderung tidak berhenti bergerak. Kemampuan motorik yang harus dimiliki :
  • Naik turun tangga dengan kaki satu persatu
  • Memukul, melempar dan menangkap bola
  • Mamanjat dengan baik
  • Berlari dengan seimbang dan menaiki sepeda roda tiga
  • Berdiri dengan satu kaki selama kurang lebih 3 detik
  • Berjalan maju dan mundur dengan baik
  • Meniru gerakan sederhana
  • Meniti tanpa terjatuh.

Motorik halus
  • Menuang pasir dan biji-bjian kedalam wadah
  • lebih mudah memegang obyek kecil atau membalik halaman buku
  • Menggunakan gunting untuk anak-anak dengan baik (Pola garis lurus)
  • Menggambar lingkaran atau segi empat dengan bantuan cetakan/copy
  • menulis huruf besar
  • menyusun balok menjadi menara
  • memakai dan melepas baju sendiri atau dengan bantuan minimal
Stimulasi yang bisa diberikan adalah mengajak anak untuk melakukan kegiatan yang bisa melatih motorik kasar dan halusnya.

5.      Sosial Emosional
Usia 3 sampai dengan 4 tahun tidak hanya lebih mandiri secara fisik tapi juga secara  emosional. Kemampuan interaksi anak juga lebih baik, sehingga anak mulai mampu mengikuti kegiatan bersama dan bermain bersama teman. Anak juga mulai mampu mengikuti perintah, aturan, dan diberikan tanggung jawab ringan.
Dalam social emosional, anak sudah harus mampu :
  • Mengenali orang tua dan orang terdekat atau teman
  • Menunjukan rasa sayang dan perhatian terhadap keluarga dan teman
  • Memahami mana miliknya dan mana yang bukan miliknya
  • Menunjukan beragam emosi seperti marah, bosan, menyesal, sedih dan bahagia
Stimulasi yang diberikan adalah mengajarkan cara berperilaku yang baik dan mengatur emosinya dengan pembiasaan dan menjadi model yang baik bagi anak.

 Bagaimana cara menstimulasi ?
1.      Bertahap dan berkelanjutan mencakup semua aspek perkembangan.
2.      Wajar , santai, menyenangkan, bervariasi dan sambil bermain sebagai ungkapan rasa kasih sayang
3.      Anak harus dipuji atas keberhasilannya

Demikian materi kecerdasan anak usia 3 sampai 4 tahun.
Apabila pertumbuhan dan perkembangan anak di setiap tahap optimal karena terstimulasi dengan baik, maka anak tersebut akan menjadi anak yang cerdas, baik secara spiritual, intelektual , emosional dan ketangguhan. Dan yang perlu diingat, adalah menjaga kesehatan mereka dengan nutrisi dan gizi yang seimbang, dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEKUATAN CINTA DI WISUDA PAUD

DENGAN MENGGAMBAR, ANAK DAPAT MENGEKSPRESIKAN DIRINYA