Menjadikan Anak Suka Matematika
![]() |
| Belajar harus menyenangkan |
Matematika identik dengan sesuatu
yang rumit. Karena terasa rumit, maka tak jarang orangtua merasa harus perlu tenaga ekstra untuk
mengajarkan kepada anak. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Matematika
memang bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi dengan cara mengenalkan serta
belajar yang menarik akan mendorong anak menyukai dan tidak takut dengan
matematika. Anak sejak dini perlu belajar matematika, bergelut, dan merasakan
matematika sebagai bagian kehidupannya. Interaksi dan aktifitas pengajarannya
harus menantang, menarik, dan menjadi kebutuhannya, bukan karena dipaksa atau
terpaksa.
Mengajarkan matematika untuk anak
balita, harus sesuai dengan cara berpikir anak. Yaitu, dari kongkrit menuju
abstrak, dari yang mudah menuju sulit, dan dari yang sederhana menuju ke yang
lebih kompleks. Misalnya saja, untuk mengajarkan bilangan 5, jangan langsung menghafalkan tanpa tahu konsepnya.
Kita harus menunjukkan benda-benda sejumlah 5, sambil menghitung bersama.
Setelah itu baru kita ajarkan angka 5.
Anak akan lebih mudah mengerti, bila
belajar melalui aktivitas bermain, karena bermain adalah dunia anak Anak bisa belajar matematika melalui
permainan dan eksplorasi seperti bercerita, mendengarkan cerita, bernyanyi,
permainan imajinatif, maupun bermain peran.
Mengajarkan matematika jangan
langsung dimulai dari hal yang sulit. Kita harus mengajarkan dari hal yang
sederhana, misalnya membandingkan kelompok benda, membandingkan ukuran benda, mengelompokkan
benda sesuai jenisnya, dan mengenal bentuk-bentuk geometri Kemudian menjelaskan makna jumlah, dan menjelaskan
hubungan benda dengan lambang bilangan,. Baru anak kita ajarkan prinsip penjumlahan dan
pengurangan sederhana.
Belajar matematika yang menyenangkan
bisa dimana saja. Saat di rumah, atau pada saat jalan-jalan di luar. Menghitung
kancing baju, berapa cucian hari ini, berapa jumlah ikan yang digoreng ibu,
mana yang lebih besar induk kucing atau
anak kucing, mengelompokan jenis buah, semuanya
adalah pembelajaran matematika. Pembelajaran yang menyenangkan, tanpa dibuat
rumit, yang bisa membuat anak menyukai matematika tanpa paksaan.
Oleh Baldwine Honest
Pernah dimuat di MEPNews.id

Komentar
Posting Komentar