TAHAPAN KEMAMPUAN ANAK MENULIS HURUF
![]() |
| Belajar membaca dan menulis di usia dini |
Dalam perkembangan motorik halus
anak, ada saatnya anak bisa memegang pencil, dari sekedar memegang sampai bisa
sempurna menggunakan jari-jarinya untuk mencoret dan menggambar. Dengan imajinasinya, anak anak mulai mencoret
tidak teratur, menggambar sebuah bentuk, menggambar huruf dan angka, dan
sampailah ke tahap bisa menyusun huruf,
membentuk kata demi kata, atau kita sebut dengan menulis.
Persiapan sebelum anak bisa menulis menyangkut
kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk mempersiapkan motorik halus anak,
terutama pada bagian tiga jari, yaitu
ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Persiapan belajar menulis dapat dilakukan
dengan melatih anak melakukan hands-on learning , kegiatan menggunakan
syaraf taktil dan olah raga, untuk menstimulasi motorik halusnya. Misalnya
meremas kertas, bermain pasir, menyusun lego, bermain plastisin, menghitung
biji-bijian, meronce, dan lainnya. Saat
motorik halusnya sudah matang, maka terlihat dari kemampuan anak memegang
pensil. Pada awalnya, anak hanya memegang pensil untuk mencoret-coret, namun
seiring perkembangannya anak akan mengkonsentrasikan jari-jarinya untuk menulis
dengan lebih baik. Tahapannya adalah : Coretan acak, coretan terarah, menulis
garis tiruan, latihan huruf acak,
menulis nama, dan akhirnya anak bisa menemukan ejaan.
Bagi anak usia dini, menggambar dan
menulis secara bersamaan merupakan cara anak untuk mengekspresikan ide dan
perasaannya. Menurut Hipple (1985), Gambar yang dibuat anak biasanya
menjelaskan “komunikasi berpikir dari gambar itu sendiri”. Menggambar dan
menulis adalah merupakan proses yang akan dilewati oleh setiap anak. Mewarnai
gambar juga menstimulasi kemampuan jari-jari anak.
Tidak perlu memaksakan anak untuk
cepat-cepat bisa menulis seperti orang dewasa. Biarkan mereka menikmati tahap
demi tahap sesuai usianya. Setiap anak membutuhkan waktu untuk belajar menulis,
bebaskan saja apa yang ingin anak tulis atau gambar. Berikan beberapa contoh
tulisan sederhana, biarkan anak mencontoh, namun tidak perlu dituntut untuk
sempurna. Biasanya anak sangat senang bisa menulis namanya sendiri, nama ayah
atau ibunya.
Dengan stimulasi yang tepat dari
orangtua dan lingkungan, maka kemampuan
menulis anak setahap demi setahap akan
berkembang dengan baik sesuai yang diharapkan.
Oleh : Baldwine Honest
Pernah dimuat di MEPNews.id

Komentar
Posting Komentar