Materi Penyuluhan BKB
KOMUNIKASI
PASIF DAN AKTIF ANAK USIA 3 – 4 TAHUN
Penyuluh BKB Medsan, Kelurahan Sepinggan
Baru, Balikpapan Selatan.
Assalamualaikum
warahmatullahiwabarakatu
Selamat
siang ibu-ibu. Apa kabar semua? Alhamdulillah, kita bisa bertemu lagi ya di
sini, di kegiatan Penyuluhan BKB Medsan.
Sebelum
memulai kegiatan ini, marilah kita berdoa dulu sesuai keyakinan kita
masing-masing, semoga kegiatan penyuluhan hari ini berjalan lancar dan membawa
manfaat untuk kita semua.
Berdoa
mulai….
Berdoa
selesai…
Seperti
biasa, di awal kegiatan, kita evaluasi dulu materi bulan lalu ya. Bagaimana
ibu-ibu, sudah melaksanakan PR nya bulan lalu kan? Ada kesulitan tidak ?
Materi
bulan lalu adalah melatih motorik kasar anak usia 3 sampai 4 tahun ya.
Anak-anak sudah bisa melempar dan menangkap bola? Dan sudah bisa meniru gerakan
sederhana ya bu?
Alhamdulillah…
Jadi
anak-anak sudah bisa melakukan gerakan motorik kasar dengan baik ya? Asalkan
kita terus menstimulasinya ya ibu-ibu. Karena perkembangan motorik kasar itu
sangat penting bagi anak
Hari
ini kita lanjutkan ya, dengan materi selanjutnya, yaitu kemonukasi pasif dan komunikasi aktif untuk
anak di usia 3 sampai 4 tahun.
Sebenarnya,
komunikasi pasif dan aktif itu apa ya, ibu-ibu
? Ada yang tahu ?
Komunikasi
yang baik harus dilakukan dua arah, anak bisa mendengar dan memahami apa yang
disampaikan kepadanya, ini yang disebut komunikasi aktif, dan anak mampu menyampaikan perasaan,
menyatakan keinginan, serta mengkomunikasikan pikirannya, ini yang disebut
komunikasi aktif.
Kita sebagai orangtua mempunyai peran penting
untuk menstimulasi kecerdasan anak, dengan menciptakan lingkungan yang
kondusif, menarik, menyenangkan, aman dan nyaman.
Anak
usia 3 sampai 4 tahun, untuk komunikasi aktif dan pasif, sudah banyak bertanya,
tata bahasanya meningkat, dan bisa menjelaskan sesuatu secara sederhana.
Lalu
bagaimana ya agar aspek komunikasi pasif dan aktif anak dapat berkembang? Tidak
perlu bingung bu, karena kita bisa
menstimulasi kecerdasan anak tersebut, melalui kegiatan ibu-ibu
sehari-hari. Kali ini, yang saya
contohkan adalah saat kita membeli buah dan sayur-sayuran, dan sudah kita
tempatkan didalam wadah seperti ini. Seperti yang saya bawa ini ya. Ada jeruk,
apel, wortel dan lainnya..
Kita
ajak anak untuk mengenal buah.
“Nak,
ini buah apa ya ?. Warnanya apa?
“Buah mana yang paling adik suka? “
Kemudian
kita bisa ceritakan, dimana biasanya kita membeli buah dan sayur, dimana
tanaman buah dan sayur itu ada, dan banyak lagi. Komunikasi dua arah biasanya
terjadi.
Dengan
kegiatan sederhana tersebut, komunikasi pasif dan aktif bisa berkembang, dan
anak akan senang karena dekat dengan ibunya.
Selain
dengan alat peraga buah dan sayur, kita juga bisa lakukan dimana saja saat
aktifitas kita bersama mereka, misalnya saat memasak, mencuci, menjemur,
ataupun saat berjalan sore. Yang pasti orangtua harus aktif mengajak anak
berbicara.
Mudah
kan bu?
Jadi
PR selanjutnya, ibu-ibu mencobanya di rumah ya. Dan akan kita evaluasi di
pertemuan selanjutnya.
Demikian
materi penyuluhan saya hari ini. Semoga bisa dipraktekkan di rumah ya ibu-ibu.
Dengan
demikian saya tutup kegiatan hari ini dengan ucapan alhamdulillahirobil alamin,
Mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Terima kasih
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarokatu.

Komentar
Posting Komentar