PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK MENINGKATKAN ASPEK PERKEMBANGAN DAN MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan anak sejak lahir sampai enam tahun yang dilakukan melalui  pemberian  rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku), bahasa dan komunikasi sesuai dengan karakteristik dan perkembangan anak.

Seni merupakan sesuatu yang indah dihasilkan oleh manusia dan penghayatan manusia melalui penglihatan, pendengaran dan perasaan. Seni merupakan penjelmaan rasa indah yang terkandung jiwa seseorang. Macam-macam seni yaitu seni musik, seni rupa, seni tari, seni sastra, seni drama/ teater . Pendidikan seni merupakan yang paling efektif untuk meningkatkan kreativitas, disamping itu pendidikan seni menjadi sarana pendidikan afektif dalam kerangka mengakomodasi emosi dan ekspresi anak. Ada dua  macam konsep pendidikan seni yakni konsep pertama seni dalam pendidikan maksudnya sebagai enkulturasi (proses pembudayaan yang dilakukan dengan upaya mewariskan atau menanamkan nilai- nilai dari gerenasi tua ke generasi berikutnya). Dengan demikian pendekatan seni dalam pendidikan merupakan pendidik untuk mengembangkan dan melestarikan berbagai jenis kesenian yang ada kepada peserta didik. Sedangkan konsep pendidikan melalui seni, maksudnya pendidikan seni berkewajiban mengarahkan ketercapaian tujuan pendidikan secara umum yang memberikan keseimbangan rasional, emosional, intelektual. Fungsi pendidikan seni adalah pendidikan seni sebagai media ekspresi, pendidikan seni sebagai media komunikasi, pendidikan seni sebagai media bermain, pendidikan seni sebagai media pengembangan bakat dan pendidikan seni sebagai media kreativitas. Dari penjelasan mengenai macam-macam seni, dalam uraian kajian ini hanya berfokus pada seni tari, sebuah lembaga pendidikan perlu memberikan stimulasi secara holistik dalam mengoptimalkan perkembangan anak dengan satu cara seribu makna yakni melalui pendidikan seni tari.

Menurut Wardhana seni tari merupakan salah satu bidang seni yang secara langsung menggunakan tubuh manusia sebagai media, yang merupakan nilai keindahan dan nilai keluhuran, melalui gerak dan sikap tubuh dengan penghayatan seni. Hal ini berarti bahwa seni tari mempunyai nilai keindahan dalam geraknya, tidak hanya gerak dalam tubuh itu sendiri tetapi juga memiliki nilai rasa yang dalam. Unsur dasar tari didalamnya meliputi gerak, tenaga, ruang dan waktu, sehingga dari unsur-unsur tersebut dapat memberikan peluang untuk dapat mengekspresikan jiwanya ke dalam bentuk tari. Secara bentuk pertunjukan seni tari dapat digolongkan menjadi dua yaitu bentuk tari tunggal dan kelompok. Bentuk tari tunggal hanya dilakukan satu orang saja. Sedangkan bentuk tari kelompok dapat dilakukan dengan 2 orang atau lebih. Ini artinya bahwa seni tari dapat dinikmati dengan berbagai sajian, baik itu tunggal maupun kelompok. Tari tunggal dapat mengembangkan kepercayaan diri pada anak, percaya pada apapun yang menjadi kemampuan atau keberanian yang dimiliki sementara itu, tari kelompok dapat memberikan sumbangan pada anak untuk dapat mengembangkan interaksi sosial. Tari kelompok selalu dibangun tentang adanya kebersamaan, pola pengembangan seni tari yaitu dilakukan secara holistik (menyeluruh), artinya antara gerak, irama dan ekspresi dilakukan secara bersamaan. Oleh karena itu tulisan ini mengulas bagaimana perkembangan agama dan moral, perkembangan motorik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional anak dapat berkembang melalui pendidikan seni tari. Sehingga seni tari dapat menjadi pembelajaran holistik dalam mengembangkan aspek perkembangan anak dan masa anak dapat dilalui dengan optimal.

Tari pada anak bertujuan untuk membiasakan dalam mewujudkan tingkah laku. Pada dasarnya, tari yang disajikan mempunyai maksud dan tujuan salah satunya untuk sarana pendidikan dan hiburan. Gerak yang dilakukan anak terdapat berbagai macam bentuk sesuai yang diarahkan pendidik. Sebagaimana karakteristik gerak yang biasa dilakukan anak adalah meniru, manipulasi, dan bersahaja. kegiatan tari pada anak usia dini mencakup aspek eksplorasi, improvisasi, inkubasi, evaluasi dan hasil atau komposisi tari. Media dalam eksplorasi adalah tubuh karena gerakkan dilakukan oleh tubuh. Selain tubuh, bisa menggunakan properti atau alat seperti selendang, kipas atau payung. Dengan sebuah alat, anak diminta untuk membuat gerakan menggunakan alat tersebut, yang kemudian hasil dari evaluasi. Secara detail, aspek perkembangan anak anak dapat terwujud melalui seni tari adalah sebagai berikut:

1.  Seni Tari Pada Perkembangan Agama dan Moral

Perkembangan agama meliputi kegiatan agama dan ibadah, hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia lain.Gerak yang mengindikasikan kegiatan pengembanganagama dan moral anak terlihat pada cara gerak yang tidak melampaui batas norma yang berlaku dan performa dalam melakukan gerakan tidak menyimpang dengan kesopanan.

2.  Seni Tari Pada Perkembangan Motorik

Kegiatan tari dalam mengembangkan motorik dapat terbagi menjadi dua yaitu (1) mengembangkan motorik halus. Yang merupakan pengembangan motorik halus anak nampak pada kegiatan yang melibatkan gerakan tangan dengan memegang suatu alat atau benda. Misalnya tari yang memegang selendang atau mempermainkan selendang atau alat lain yang digunakan sebagai kreasi dalam gerak tari. Tari tersebut dapat melatih gerakan- gerakan motorik halus karena gerakan tersebut bertumpu pada kordinat gerakan pada tangan yaitu memegang kipas. Dengan keterampilan memegang kipas dapat memberi nuansa gambaran untuk merasakan kasar dan halus dari benda tersebut. (2) mengembangkan motorik kasar. Kegiatan tari untuk mengembangkan motorik kasar anak tampak aktivitas gerak yang menggunakan kekuatan tubuh. Kemampuan fisik ditunjukkan anak dengan memperlihatkan keseimbangan tubuhnya, mengubah kecepatan bergerak, merespons secara spontan, melakukan koordinasi gerak anggota tubuh secara bersamaan dan bergantian. Dalam menari, kemampuan ini dapat diperlihatkan misalnya anak berjalan sambil mengayunkan kedua tangannya, berjalan berputar, membentuk formasi atau pola lantai sederhana seperti garis lurus, lingkaran, dan sebagainya.

3.  Seni Tari Pada Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif berkaitan dengan proses yang melibatkan pengembangan konseptual dan pikiran sadar, memori, pemecahan masalah, imajinasi dan kreatifitas. Ini berarti dalam melakukan gerak tari dapat memfungsikan semua fungsi otak anak. Kemampuan intelektual dipahami sebagai kemampuan berfikir, nalar, mengingat, dan berbahasa pada anak. Dalam kegiatan menari, kemampuan ini ditandai dengan kemampuan anak mengendalikan gerak agar dapat menggambarkan objek yang ditirunya, anak dituntun untuk menghafal setiap gerakan. Ketepatan hitungan melakukan gerakan dalam seni tari harus baik karena harus dipadukan dengan irama, proses untuk berfikir dengan siapa anak akan bertepuk merupakan gerak dalam perkembangan kognitif. Gerakan tersebut anak akan mengatur apa yang dipelajari yang melibatkan memori atau ingatan, selain gerakan yang mengembangkan kognitif dengan cara belajar, bisa dilakukan dengan cara kerjasama dengan kelompok. Gerakan tersebut sebagaimana  ketika adanya gerakan suatu interaksi yang terjadi di antara dua teman akan terjadi dengan saling bertukar gerakan apa yang cocok atau yang disukai. Proses interaksi untuk memecahkan masalah dalam gerakan apa yang akan dilakukan atau gerakan apa yang akan dimainkan merupakan gerakan dalam mengembangkan kognitif anak.. Selain mengubah perilaku pada anak, tari juga mampu mengubah kepribadiannya. Oleh karena itu perubahan perilaku anak dalam menari tidak dapat dilihat hasilnya dalam waktu sekejap, namun memerlukan waktu

4.  Seni Tari Pada Perkembangan Bahasa 

Dalam mengembangkan bahasa adalah terdapat empat komponen yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Mengajarkan anak untuk mendengarkan cara menggerakkan tangan ke atas kepala dalam melihat sebuah tarian, anak akan membaca bahwa gerakan tersebut mempunyai arti walaupun gerakan tersebut hanya diibaratkan sebagai gerak tiruan (misal gerak tari yang dilihat seperti gerakan binatang kupu-kupu), dan juga dalam komponen ini anak dilatih unutk mendengarkan musik, tempo dan interaksi pada anak yang melakukan gerakan anak satu dengan yang lain saling mendengarkan untuk saling bergantian dalam melakukan gerakan tarian. Aktivitas berbicara terletak pada saat mereka isi pesan dalam gerakan yang ditampilkan. Menulis dan membaca dilakukan pada proses diluar gerak tari. Dengan menulis, akan menuangkan perasaannya pada suatu lembaran berupa gambar atau tulisan yang diteruskan dengan membaca apa yang sudah digambarkan

5.  Seni Tari Pada Perkembangan Emosi dan Sosial

Perkembangan emosional merupakan peningkatan kecerdasan emosional AUD melalui pembelajaran seni tari dapat dilihat melalui; (1) Timbulnya perasaan bangga (2) memiliki sifat pemberani (3) mampu mengendalikan emosi (4) mengasah kehalalusan budi (5) mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab (6) mampu menumbuhkan rasa mandiri (7) mudah berinteraksi dengan orang lain (8) memiliki prestasi yang baik (9) mampu mengembangkan imajinasi dan (menjadi anak yang kreatif). Perasaan bangga pada anak dapat terlihat dari pada saat anak tampil menari dengan ekspresi tersenyum, senang dan gembira. Seorang anak membutuhkan pujian dari keluarga yang dapat menambahkan  rasa bangga dan percaya diri pada anak. Seni tari mengajarkan anak untuk bebas dan berani tampil. Ekspresi tersebut merupakan respon emosional untuk diri sendiri. Kemampuan emosional adalah kemampuan merasakan dan menyalurkan perasaan yang meluap dalam dirinya dengan demikian anak akan menari dengan penuh semangat terutama anak senang sekali mengulang-ulang gerakan yang paling disukai. Kemampuan sosial dalam hubungannya dengan aktivitas menari diperlihatkan anak dengan menari secara berkelompok, terkadang mereka harus menunggu giliran untuk tampil, anak dengan senang hati menunggunya. Dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, anak belajar mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya, bekerja sama dengan teman- temannya, bersimpati dan berempati dengan orang lain.

Pembelajaran tari untuk anak usia dini dapat dilakukan melalui salah satu unsur dalam  tari itu sendiri, salah satunya adalah unsur waktu. Dalam unsur waktu terdapat elemen tempo, ritme, aksen, dan durasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan. Dengan demikian, dapat dikatakan melalui pembelajaran tari, anak dapat mengembangkan kemampuan dasar yang meliputi kemampuan aspek agama dan moral, kognitif, motorik, bahasa, dan seni. Pembelajaran tari bagi anak memberikan pengalaman untuk berkreasi dan berkreativitas, serta menambah pengetahuan dan pemahaman sesuatu.


Ditulis oleh Ni Putu Ani Apriani

Mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEKUATAN CINTA DI WISUDA PAUD

DENGAN MENGGAMBAR, ANAK DAPAT MENGEKSPRESIKAN DIRINYA