PENTINGNYA SENI RUPA DALAM MENGEMBANGKAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI
Menurut salah satu tokoh seni terkenal dunia Alexander Baum Garto, seni merupakan sebuah keindahan yang memiliki tujuan untuk membuat penikmat merasa bahagia.
Dalam kehidupan kita tentu sering menjumpai berbagai macam seni sangat erat kaitannya dengan kehidupan, segala hal apa saja yang menambah kaindahan ataupun bisa bermanfaat itu bisa masuk keranah seni. Fungsi seni yang ada dalam manusia yaitu unsur fisik dan psikis atau emosional.
Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional yang merupakan perasaan yang ada dalam diri manusia, seperti senang, benci, dan lain –lain. Dengan adanya seni semua orang bisa meluapkan perasaan yang ada dalam dirinya dengan menghasilkan sebuah karya. Salah satu contohnya adalah seni rupa.
Seni bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun seni rupa juga perlu di kenalkan oleh pada anak usia dini. sebagai proses belajar seni rupa bagi anak usia dini merupakan kreatifitas sebagai wujud ekspresi anak yang di komunikasikan dalam bentuk rupa/visual.
Dalam Standar PAUD, bidang pengembangan seni tidak di cantumkan, tetapi seni di cantumkan sebagai sarana pembelajaran dalam bidang pengembangan fisik, yaitu dalam motorik halus yang dapat di lakukan pada anak usia dini pada usia 4 – 5 tahun, dimana anak dapat mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan suatu Gerakan yang simple dan rumit, melakukan Gerakan manipulative dalam menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media dalam mengekspresikan diri, dengan berkarya seni dengan menggunakan berbagai media. Pengembangan motorik halus dibutuhkan media pembelajaran seni rupa.
Seni dalam pembelajaran untuk mendorong perkembangan anak didik yang optimal, menciptakan keseimbangan antara rasional dan emosional. Seni rupa memiliki fungsi sebagai media pendidikan untuk anak - anak, yaitu dengan cara menjadikan seni rupa sebagai sebagai sarana bermain. Anak bermain dengan membuat karya seni dan belum bisa di ajak untuk melakukan hal yang serius dikarenakan anak – anak hanya ingin melakukan hal yang bersifat menyenangkan dan karena sifat permainan yang menyenangkan, bebas, tidak mengekang karena tidak memiliki akibat yang berdampak hukuman jika melakukan kesalahan, maka di situ dapt dilihat potensi anak dari bagaimana cara anak bertidak sesuai dengan kemauan dan cara berfikir sendiri yang berbeda – beda hasilnya dari satu anak dengan anak lainnya. Sebagai guru agar bisa menangkap potensi yang di miliki oleh masing - masing anak, dengan cara mengapresiasikan karyanya sebagai alat komuniksi bagi anak.
Pendidikan Anak Usia Dini harus mengacu pada prinsip belajar sambil bermain, seperti :
- Melatih perkembangan sensorik serta motorik melalui permainan yang melatih panca indera anak, karena dengan permainan maka semua anggota panca indera anak untuk bergerak.
- Mengasah memori otak anak, diamana anak memiliki organ memori yang belum banyak terisi, oleh karena itu melaui bermain anak dapat mengembangkan kemampuan memori yang di milikinya. Anak akan mengeksplorasi dalam meliha benda yang ada di sekitarnya, semakin anak bermain maka otak anak akan semakin tersah dan ia mampu mendapatkan perkembangan memori yang jauh lebih baik. -Mengembangkan etika, dimana ketika anak bermain, maka ia melakukan banyak hal bersama teman – temannya, yang mempelajari aturan mainnya, tidak curang, dan harus mengikuti aturan yang sebenarnya dalam melatih kejujuran dan melakukan hal yang baik.
-Meningkatkan Kreatifitas anak, dengan bermain anak dapat mengekslporasi dan memberikan banyak ide yang terkait dengan permainannya. Media berkarya seni bagi anak yaitu : Menggambar, Melukis, Mencetak, Kolase, Mozaik, Montase, Menganyam, Mewarnai, Menggunting, Menempel, Membentuk, Merangkai.
Ruang Lingkup Seni rupa anak usia dini adalah : -Karya rupa AUD merupakan hasil olahan pikiran, keinginan, gagasan, dan Persaan anak terhadap lingkungan sekitar sebagai bentuk cerminan dan dorongan emosi anak.
Seni rupa anak usia dini adalah menciptakan sesuatu bentuk baru dan mengubah fungsi bentuk, karena rasa keingintahuan dari anak – anak. Bermacam – macam bentuk karya anak akan terlihat. Seni rupa Anak Usia Dini. sebagai alat bermain, seperti : Berimajinasi, Permainan ide, permainan fisik. Seni rupa sebagai media berkomunikasi dimana tidak semua anak dapat mengutaraka pendapatnya secara lisan dengan baik.
Dalam seni rupa pada anak usia dini dapat dilihat dari.
Unsur Rupa (Garis, Warna, Bentuk dan ruang).
Aspek Rasa. (cerita, Tema) : yang sering di jadikan dorongan berkarya bagi anak adalah : Lingkungn sekitar anak, Keikutsertaan dalam peristiwa.
Kejadian yang menimpa anak.
Keinginan anak.
Pikiran masa depan.
Cerita.
Fiksi dan fantasi
Usia dini merupakan usia emas (Golden Age) dimana anak akan mudah menerima, mengikuti, melihat, mendengarkan serta di perlihatkan, untuk itu potensi yang dimilikinya secara optimal secara menyenangkan,bergembira, penuh perhatian dan kasih sayang, sabar dan iklas. Pengembangan seluruh potensi ini harus memperhatikan kondisi social, kultur, keyakinan dan kepercayaan, agama serta nilai – nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat dimana mereka belajar sambil bermain merupakan dunia kerja anak usia prasekolah, dengan bermain anak dapat memetik manfaat bagi perkembangan aspek fisik motoric, kecerdasan, sosial – emosional, ketiga aspek tersebut saling menunjang satu sama lainnya dan tidak dapat di pisahkan. Pendidikan yang yang di laksanakan dalam suasana yang menyenangkan maka potensi dan kreativitas anak didik akan tergali secara optimal.

Komentar
Posting Komentar